Menciptakan Ramadhan Agar Berkesan Bagi Si Kecil
April 08, 2021
"Ramadhan sebentar lagi....... "
Lagu ini mengingatkan saya pada masa kecil saya dahulu di Yogya, Indonesia. Tentu kita semua tahu, bahwa dengan kondisi Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, maka bulan Ramadhan akan menjadi bulan yang sangat kentara perbedaannya dengan bulan-bulan lain. Hawa berpuasa, terlihat dan terasa di mana-mana. Di rumah, lingkungan sekolah maupun kantor, juga di jalanan dengan menjamurnya orang-orang yang memiliki menjual takjil atau hidangan berbuka puasa. Saya juga teringat bagaimana saya berlari-lari ke masjid menunggu waktu berbuka, mengaji bersama, juga menunggu jaburan alias jajanan bulan Ramadhan selepas tarawih.
Kemudian, setelah saya bertahun-tahun tinggal di Singapura, dan mulai memiliki anak sekitar 7 tahun yang lalu, saya pun dipenuhi dengan pikiran bagaimana cara agar anak-anak saya juga memiliki kesan yang baik dan menyenangkan tentang Ramadhan itu sendiri.
Mungkin, kalau saya di Indonesia, saya tidak akan terlalu bingung, karena lingkungan pun mendukung dan banyak keluarga besar yang dapat saling mengisi. Ya berkumpul bersama, juga masjid bertebaran di mana-mana.
Saya tuliskan disini untuk mengikat memori, siapa tahu ada yang membutuhkan dan mengalami hal yang sama. Dan karena Ramadhan adalah momen spesial yang terjadi tiap tahun (insyaallah), maka menjelang Ramadhan para orangtua berlomba-lomba menghadirkan dan mengenalkan bulan istimewa ini, pada buah hati. Saya rangkum dari pengalaman pribadi, namun juga dari masukan orang lain yang menurut saya layak untuk dilakukan.
Ramadhan sebagai bulan yang mulia
Ramadhan, merupakan bulan yang istimewa. Bulan ini, dinanti-nantikan kehadirannya oleh seluruh umat muslim di dunia. Keberadaan bulan ini pun menjadi kesempatan emas untuk umat muslim agar ia semakin meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT. Mengapa bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa? Salah satu alasannya adalah karena bulan Ramadhan merupakan waktu dimana Al-Qurán diturunkan kepada umat manusia, sebagai petunjuk hidup manusia sepanjang zaman.
Selain, itu, Ramadhan juga istimewa karena ia merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan. Tentu kita semua tahu, atmosfer di bulan Ramadhan membuat orang-orang berlomba-lomba berbuat kebaikan. Orang berusaha menjadi semakin dekat dengan Allah SWT. Selain itu, di bulan ini pula, kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT menjadi sumber ketenangan dalam hidup setiap insan.
Salah satu keunikan bulan Ramadhan adalah karena setiap muslim diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Ya, menahan lapar dan dahaga sebagai puasa fisik, namun juga puasa mental. Berkata yang baik, membersihkan hati dan banyak bersabar. Perintah untuk berpuasa ada di dalam Al-Qurán.
Bulan Ramadhan juga membawa keberkahan ekonomi bagi para pedagang. Karena di dalam bulan ini sangat dianjurkan untuk bersedekah kepada fakir miskin, maka biasanya para pedagang makanan pun bertambah pesanannya. Pun, berbagi hidangan untuk orang-orang yang mau berbuka. Semakin banyak orang mau berbagi di bulan ini tampak nyata di mana-mana. Maka selain berkah pahala yang banyak, maka Ramadhan juga menjadi sarana keberkahan ekonomi.
Mengenalkan Ramadhan pada si Kecil
Nah, dengan mengetahui keistimewaan bulan Ramadhan bagi setiap muslim, maka timbul pertanyaan, bagaimana ya, agar anak-anak (terutama usia 0-7 tahun) bisa mengenal bulan Ramadhan ini dengan baik ? Secara sederhana, ketika kita ingin mengenalkan Ramadhan, maka kenalkanlah dengan cara yang baik pula.
Saya pernah melihat sebuah video dari Ustad Harry Santosa, seseorang yang aktif bergerak di bidang pendidikan Fitrah (atau biasa disebut FBE, Fitrah Based Education). Beliau juga mengatakan bahwa untuk anak-anak usia dini adalah masa dimana kita harus membuat anak terpesona dengan bulan ini. Masa agar anak-anak tumbuh kebahagiaan ketika mendengar kata Ramadhan. Masa agar kita membuat anak jatuh cinta kepada Ramadhan. Saya sepakat dengan hal itu, maka tentu saja, menjelang dan ketika Ramadhan berlangsung, menciptakan banyak momen yang menyenangkan adalah cara yang bisa dilakukan.
Apa saja yah, aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan? Tentu saja setiap keluarga memiliki cara yang berbeda. Berikut yang bisa saya bagi.
1. Biasakan anak mendengar hal-hal yang berkaitan dengan Ramadhan
Salah satu caranya adalah dengan menggunakan activity book tentang Ramadhan. Menjelang bulan Ramadhan, akan mulai banyak beredar buku-buku ataupun lembaran kegiatan yang bertemakan Ramadhan. Kenalkan pada anak paling tidak sejak 2-4 minggu sebelumnya. Hal ini cukup membantu para orang tua untuk mengenalkan kosakata yang berkaitan dengan Ramadhan. Misalnya kurma, sahur, buka puasa, tarawih, banyak tilawah, dan juga cerita-cerita tentang berpuasa itu sendiri.
Di usia anak ini, tentu saja anak mulai senang bereksplorasi dengan pensil atau pensil warna. Hadir ketika anak mencoret-coret kurma, mewarnai masjid, membicarakan hal-hal yang terjadi ketika bulan puasa bisa dilakukan oleh orang tua. Biarkan anak familiar dengan kosakata yang umum didengar ketika bulan Ramadhan.
Hal ini bisa dimulai dari kisah ayah dan ibu sendiri. Bisa saja ayah dan ibu berasal dari kota yang berbeda sehingga anak mendapatkan variasi cerita. Satu hal yang ditekankan adalah keseruan ketika Ramadhan tiba. Manfaatkan waktu menjelang tidur, untuk bercerita tentang berbagai hal unik di berbagai tempat. Bisa juga, memperlihatkan video bagaimana muslim yang berada di negara yang jauh dari kita juga melaksanakan ibadah puasa-nya. Hal ini secara tidak langsung menambah wawasan dan inspirasi bagi abak-anak.
3. Menghias Rumah
"How do you feel when someone give you something?"
"Do you want to make someone happy?"
6. Mengirim ucapan selamat berpuasa
Kenali anak sendiri tentu perlu. Karena anak saya suka menulis dan mewarnai, tentu saja membuat kartu dengan aktivitas utama menulis dan mewarnai menjadikan ia bahagia. Tinggal diarahkan apa yang harus ditulis dan mau dihias bagaimana.
Anak saya pernah mendapatkan ucapan dari seorang anak, gambar orang sedang berolahraga. Ternyata usut punya usut, dia suka menggambar sketsa dan manis sekali hasilnya. Ucapan Ramadhan yang menyentuh hati bisa diajarkan kepada anak melalui akivitas ini.
Untuk anak yang mulai belajar berpuasa, tentu kita bisa mulai berdiskusi. Memahami bahwa puasa artinya menahan lapar dan dahaga. Dan betapa bersyukurnya kita jika tidak sampai harus kekurangan. Bahwa ada orang-orang yang kesehariannya pun harus berpuasa meskipun bukan bulan Ramadhan. Ya mereka harus menahan lapar dan dahaga, karena memang kurang mampu.
Ramadhan, satu kesempatan mulia dan istimewa untuk mendekatkan kita sebagai satu keluarga mulia dimata Allah SWT. Semoga usaha sekecil apapun yang kita lakukan untuk mengenalkan Ramadhan pada anak kita, bisa membawa keberkahan pada keluarga kita pula.
Semoga kita tetap optimis, bahwa apa yang kita lakukan sekarang, hasilnya mungkin tidak akan langsung kita lihat secara instan. Namun ketika anak kita dewasa kelak, jika ada memori indah tentang Ramadhan menempel di diri mereka, maka kita pun bisa tersenyum bahagia.
Jadi, tunggu apalagi? :)
Sayup sayup kudengar lagu Ramadhan Kurindu dari DNA Adithya terngiang-ngiang di kepalaku.....
0 komentar